Selamat datang di website Perhimpunan INTI

INTI Medan

CERMIN KEUTAMAAN SEORANG IBU

Friday, 24 Dec 2010


Wayang merupakan media pertunjukan yang penting baik untuk hiburan maupuan pendidikan. Melalui wayang, pesan-pesan pentingnya akulturasi budaya antar etnis untuk mewujudkan persatuan nasional disampaikan kepada para penonton.  Pendapat tersebut merupakan kesimpulan dari pesan sejumlah tokoh yang memberikan sambutan pembukaan pagelaran Wayang Kulit yang diselenggarakan oleh Perhimpunan INTI DKI Jakarta di Restoran Raja Kuring, 22 Maret 2010.

Salah seorang dari Tokoh pemberi sambutan adalah Ketua Perhimpunan INTI DKI Jakarta Benny G. Setiono. Menurut tokoh yang menjadi salah seorang pendiri Perhimpunan INTI ini wayang merupakan karya budaya tinggi dari bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan.

“Mengapa kami menyajikan wayang kulit untuk memperingati Hari Ibu kali ini? Jawabannya karena kami ingin menyosialisasikan dan mempromosikan wayang sebagai warisan dunia (world heritage) dari karya budaya Indonesia,” ungkap Benny G. Setiono gamblang.

Persis seperti diungkapkan Pak Benny, pertunjukan wayang pada tanggal 7 November 2003 telah diakui oleh UNESCO, lembaga di bawah PBByang membidangi pendidikan dan kebudayaan, sebagai karya kebudayaan bangsa Indonesia yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Sebelumnya, Ketua Panitia Martinus Johan Mosi dalam pengantar acara mengatakan, penyelenggaraan wayang kulit ini selain untuk silabudaya, utamanya diselenggarakan untuk merayakan peringatan Hari Ibu, dan hari raya Tang Che atau Dong Zhi dalam budaya Tionghoa. Karena selain dihadiri warga etnis Tionghoa, juga dihadiri warga dari lintas etnis bangsa Indonesia, maka Johan Mosi menjelaskan, bahwa hari raya Tang Che atau Dong Zhi itu didasarkan dari penanggalan matahari atau yamlek.

“Inilah yang membedakan dengan hari raya Tahun Baru Imlek, yang dihitung berdasarkan penanggalan bulan,” terang Johan Mosi.

Tang Che alias Dong Zhi secara harfiah berarti paling dingin. Hal ini karena saat itu matahari berada di titik balik belahan selatan bumi, dan lantaran daratan Tiongkok berada di belahan utara maka mengalami musim dingin. Biasanya musim dingin berawal dari tanggal 21 atau 22 Desember. “Itulah sebabnya, perayaannya pun berbarengan dengan Peringatan Hari Ibu di Indonesia.

Sebagai rangkaian, perayaan hari raya Tang Che seperti dalam acara pertunjukan wayang kali ini, maka panitia menyuguhkan sajian makanan yang bersifat panas, yaitu minuman Onde, minuman berisi kue  berbentuk bola-bola  dari bahan ketan berwarna-warni yang dibubuhi jahe. Beberapa saat setelah mengonsumsinya, maka rasa hangat jahe terasa di sekujur tubuh para hadirin.

Para tamu undangan  mulai memadati restoran Raja Kuring pada pukul 18.00 WIB dan  telah memenuhi aula restoran yang berbentuk memanjang sekitar 12 kali 72 meter itu sekitar pukul 19.00 WIB. Dalam acara yang dihadiri oleh Ketua Perhimpunan INTI Pusat Rachman Hakim, Ketua Perhimpunan INTI DKI  Benny G. Setiono, Ketua Perempuan Perhimpunan INTI Nancy Widjaja, Ketua Pengurus Beasiswa Pelangi Lim Ko Phing, Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan Profesor Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, dan Direktur Pembinaan Kesadaran Bela Negara Ditjen Kemhan Laksamana Pertama TNI, Prof.Dr.Setyo Harnowo  serta ratusan undangan  lainnya, masing-masing hadirin mendapatkan minuman Onde 11 jenis masakan  khas lainnya.

Acara pertunjukan wayang dengan Dalang Tee Thiam Hauw dari Klaten Jawa Tengah ini, dimulai pada pukul 19.30 WIB. Acara disajikan dengan urutan  yang apik cerminan dari pesan yang ingin disampaikan kepada para hadirin.
Setelah dibuka dengan paduan suara Perempuan Perhimpuan Indonesia Tionghoa (PINTI) yang membawakan beberapa lagu, di antaranya lagu ‘dari mana datangnya Cinta’.

Paduan suara anak-anak usia dini berjumlah 9 orang menyusul unjuk kebolehan. Penampilan anak-anak ini tak kalah memikat karena meski membawakan lagu dengan baik namun mereka terlihat lucu di panggung. Melihat aksi anak-anak berkaos merah dan celana panjang gelap ini, Ketua Umum Perhimpunan INTI Pusat Rachman Hakim, Inti DKI Benny G. Setiono, Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan Profesor Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji dan para hadirin tergelak, senang. Paduan suara anak-anak ini membawakan dua lagu, yaitu lagu Ibu Pertiwi Menangis, dan lagu tentang keutamaan seorang ibu dalam bahasa Mandarin.  

Wayang dan Potensi Pertahanan
Begitu mendapat giliran untuk memberikan sambutan, Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan Budi Susilo Soepandji mengungkapkan keterkesanannya dengan penampilan  paduan suara PINTI dan anak-anak.

“Lirik lagu mandarin yang menyampaikan pesan bahwa tidak ada yang lebih baik dari s

Posted by: Admin