Selamat datang di website Perhimpunan INTI

Berita

Perhimpunan INTI Santuni Warga Desa Korban Banjir Belitung

Sunday, 23 Jul 2017



Foto dengan Bupati Belitung Sahani Saleh (kotak2)


Banjir besar yang melanda pulau Belitung seminggu terakhir ini membuat resah dan prihatin Pengurus Pusat Perhimpunan INTI. Khususnya Ketua Umum Rachman Hakim, Wakil Sekjen Wahyu Effendy, dan Bendahara Umum GEMA INTI Yusuf Wijaya yang berasal dari Belitung. Apalagi setelah menerima informasi banyak warga desa yang rumahnya rusak akibat terjangan banjir dan terendam sampai seatap rumah.

Atas dasar itulah, Ketua Umum Rachman Hakim kemudian menginstruksikan Yusuf Wijaya membentuk tim kemanusiaan untuk turun langsung memberikan bantuan kepada warga desa korban banjir Belitung. Yusuf ditunjuk menjadi ketua Tim INTI Peduli Belitung karena selain merupakan pendiri koperasi Sahabat Jaya Mandiri (SJM) di Belitung yang bersentuhan langsung dengan warga desa, ia juga memiliki hubungan baik dengan Bupati Belitung Sahani Saleh sehingga memudahkan untuk melakukan pemetaan wilayah yang terkena dampak banjir dan jalur distribusi bantuan.

Tim INTI Peduli Belitung yang terdiri dari Yusuf Wijaya, Wahyu Effendy, Yohanes Andrian (Sekjen GEMA INTI) berangkat pada Jumat (21/7) pagi dan langsung berkoordinasi dengan Bupati Sahani Saleh di rumah dinasnya. Pada pertemuan itu, Yusuf melaporkan bahwa Tim INTI Peduli Belitung akan memberikan bantuan dan santunan langsung kepada warga desa yang menjadi korban banjir.

"Hari ini kami datang atas dasar kemanusiaan sebagai perwakilan INTI untuk membantu saudara-saudara kami di Belitung yang sedang dirundung bencana," ucap pria lulusan Magister Manajemen Universitas Trisakti ini.

Dari hasil pertemuan tersebut akhirnya diputuskan Tim INTI Peduli Belitung besok akan bergerak memberikan santunan langsung berupa uang tunai kepada warga 4 desa di 2 kecamatan yang terkena dampak banjir yang paling parah di kabupaten Belitung, yaitu desa Cerucuk kecamatan Badau, desa Kembiri, desa Mentigi dan desa Pasang Gandis di kecamatan Membalong.

Pada kesempatan itu pula, Bupati Belitung Sahani Saleh menyampaikan dirinya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kedatangan serta kepedulian INTI untuk warganya yang menjadi korban bencana banjir.

"Saya mewakili segenap warga mengucapkan terima kasih kepada Perhimpunan INTI dan mengapresiasi tentunya. Bantuan ini sangat bermanfaat dan meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena banjir. Kami sangat terbantu sekali," kata Bupati yang ikut terjun langsung meninjau lokasi banjir.
 

Santunan Langsung

Keesokan pagi (23/7) setelah menjemput kedatangan Candra Jap (Kepala Sekretariat INTI Pusat) dan Albert Darmawan (Ketua Gema INTI DKI Jakarta) di airport H.A.S Hanandjoedin, tim INTI bersama tim dari Koperasi SJM langsung bergerak menuju lokasi pertama korban banjir yaitu rumah Ki Dukun di desa Cerucuk, kecamatan Badau.

Penyerahan santunan kepada 68 kepala keluarga warga desa Cerucuk diserahkan secara simbolik kepada Ki Dukun dan Ahirudin Kepala Desa Cerucuk disaksikan oleh Babinsa Cerucuk Darmawan dan Bupati Belitung Sahani Saleh yang kebetulan juga sedang meninjau lokasi tersebut.

Tim juga sempat meninjau SD Negeri 11 Badau di desa Cerucuk yang pagarnya rubuh diterjang banjir. Rukmanto kepala sekolah SD Negeri 11 Badau saat ditemui di lokasi mengatakan dirinya mengharapkan bantuan buku-buku pelajaran karena buku-buku yang disimpan di perpustakaan rusak terendam banjir sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Yusuf selaku ketua tim lalu memutuskan untuk memberikan sumbangan buku-buku pelajaran senilai Rp 13 juta. Perjalanan lalu dilanjutkan ke lokasi kedua di desa Kembiri kecamatan Membalong.

Penyerahan santunan untuk 35 kepala keluarga dilakukan secara simbolis kepada Suhandi kepala desa Kembiri. Di sini tim juga sempat meninjau langsung ke rumah papan salah seorang nenek bernama Bina yang beberapa hari lalu terendam banjir setinggi 2 meter dan kaki suaminya terluka terkena pecahan beling kaca. Setelah memberikan santunan kepada nenek Bina, tim lanjut bergerak menuju desa Mentigi.

Sesampainya di desa Mentigi, tim sempat terenyuh melihat kondisi 2 rumah di pinggir pantai dalam posisi miring karena pondasinya hancur diterjang banjir. Kepala desa Mentigi Hamdin menceritakan pemilik rumah adalah seorang kakek bernama Basri yang tinggal berdua dengan istrinya yang terkena stroke. Tim lalu menyerahkan santunan untuk 9 kepala keluarga secara simbolis termasuk untuk kakek Basri. Dengan mata sedikit basah karena air mata, Hamdin menyatakan ia terharu dan berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Tim INTI Peduli Belitung kepada warga desanya.

Tim lalu melanjutkan perjalanan ke lokasi terakhir yaitu desa Padang Gandis. Kepala desa Mahyudin ternyata sudah menunggu bersama warga di kantor kepala desa. Tim lalu secara simbolis menyerahkan santunan untuk 20 kepala keluarga dan berfoto bersama warga desa Padang Gandis.

Perjalanan pulang kembali tim ke Tanjung Pandan

Posted by: Admin