Selamat datang di website Perhimpunan INTI

Berita

Perhimpunan INTI Silaturahmi Ke PBNU Pertegas Komitmen Kebangsaan

Monday, 07 Nov 2016



Foto bersama Pengurus Pusat INTI dan PBNU


Pengurus Pusat Perhimpunan INTI menyambangi kantor PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) pada Senin (7/11) siang. Selain untuk bersilaturrahmi, kunjungan ini juga bertujuan untuk menjalin komunikasi terkait perkembangan situasi nasional.

Delegasi Perhimpunan INTI yang berjumlah 14 orang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Rachman Hakim dan Sekjen Budi S. Tanuwibowo. Kedatangan mereka diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. 

Kiai Said dalam sambutannya menyampaikan pentingnya silaturahmi antar komponen bangsa. Dengan silaturahmi akan terjalin komunikasi yang baik, maka saat ada persoalan, penyelesaiannya akan bisa dilakukan dengan gampang. “Untuk mempererat silaturrahmi, salah satunya dengan mengadakan kerjasama,” kata Kiai Said. 

Sedangkan Sekjen INTI Budi S. Tanuwibowo menjelaskan Perhimpunan INTI memiliki kesamaan dengan NU dalam sikap kebangsaan seperti menjaga eksistensi NKRI, Pancasila, dan juga tidak berpolitik.  Ini tidak lain karena alm. Gus Dur ikut membidani proses kelahiran Perhimpunan INTI. “Suara NU adalah suara INTI. Kami selalu mengamini suara NU,” kata Budi.

Pada kesempatan itu, INTI dan PBNU sepakat mengeluarkan seruan bersama mempertegas komitmen kebangsaan menjaga keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. 

Berikut isi seruan bersama PBNU dan Perhimpunan INTI yang telah disepakati dan ditandatangani oleh masing-masing Ketua Umum dan Sekjen :

Seruan Bersama PBNU dan Perhimpunan INTI

Salam Kebangsaan Indonesia Raya, 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat Perh‎impunan Indonesia-Tionghoa (INTI), dengan didasari rasa cinta tanah air yang tulus dan mendalam, dengan rendah hati mengajak kita semua untuk :

    01. ‎Meneguhkan rasa cinta tanah air dengan setia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bhinneka, berlandaskan Pancasila dan UUD NRI 1945,    ‎

    02.  Menjunjung tinggi supremasi hukum, perundang-undangan, demokrasi, dan menolak setiap tindakan dan‎ perbuatan yang anarkis, bertentangan dengan hukum, perundang-undangan, Hak Asasi Manusia dan prinsip-prinsip demokrasi,

    03. ‎Menghormati kebebasan beragama, kebebasan menyuarakan pendapat, kebebasan menyalurkan suara dan pilihan politik, selama tidak bertentangan dengan konstitusi, serta hukum dan perundangan dengan tetap mengedepankan etika dan moral dalam komunikasi publik,

    04. Menolak semua bentuk politisasi SARA di dalam kehidupan berbangsa, bernegara maupun berpolitik,

    05. Mendukung dan mendorong semua bentuk upaya positif dan kerjasama yang bertujuan untuk semakin menyejahteraan rakyat dan memperkuat keindonesiaan.

 Semoga kehidupan berbangsa dan bernegara kita menjadi semakin damai, sejahtera, arif dan bijaksana.

 

Jakarta, 07 November 2016

Posted by: Admin