Selamat datang di website Perhimpunan INTI

INTI Medan

Wawasan Kebangsaan Perkokoh NKRI dari Ancaman Globalisasi

Saturday, 14 Apr 2007



Wawasan kebangsaan harus diperkokoh, mulai dari lingkungan terkecil yakni di keluarga untuk selanjutnya diimplementasikan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga diharapkan terwujud Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini merupakan salah satu butir kesimpulan yang tercetus pada Seminar Kebangsaan dengan tema Pengokohan Wawasan Kebangsaan di Tengah Tantangan Global yang digelar serangkaian dengan Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ke-9, Sabtu malam (14/4).

Globalisasi merupakan pedang bermata dua. Satu sisi dapat memberikan manfaat dan
keuntungan, namun sisi lainnya dapat menjembatani bagi kehancuran suatu negara.

Menyikapi hal itu diperlukan persamaan persepsi dari segenap komponen bangsa untuk memaknai
globalisasi sebagai sebuah tantangan, sehingga akan dapat menerbitkan wawasan kebangsaaan.
Ketua F-PKS Ikrimah Hamidy ST mengatakan, wawasan kebangsaan diperlukan untuk dapat mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI.

"Minimnya wawasan kebangsaan akan berdampak terjadinya perpecahan (pertentangan
antarkelompok yang menjurus terjadinya disintegrasi bangsa," tegasnya.

Senada dengan Ikrimah Hamidy ST, Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sumut Pdt Ferdinandus juga mengingatkan pentingnya memupuk rasa kebersamaan. Sebab konflik Poso dan Ambon tak terlepas dari minimnya wawasan kebangsaan, sehingga mengundang pihak ketiga memperkeruh suasana dengan upaya adu domba.

Sedangkan Ketua Perwakilan Umat Buddhis (Walubi) Sumut sekaligus Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut dr Indra Wahidin mengingatkan, wawasan kebangsaan dapat diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, di antaranya meningkatkan pemahaman segenap komponen masyarakat untuk lebih mengedepankan kecintaan terhadap produk dalam negeri.

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Prof Dr Abdullahsyah MA berpendapat, ketersedian SDM yang dibarengi akhlak dan upaya filterisasi (penyaringan) nilai-nilai maupun konsep-konsep yang ditawarkan pihak asing, akan berperan menjembatani pencapaian wawasan kebangsaan

Hadir pada acara tersebut di antaranya sejumlah jajaran pengurus kecamatan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Kota Medan, tokoh masyarakat, ormas dan mahasiswa.

Acara disertai pemberian cenderamata oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ir Gatot Pujonugroho dan Wakil Ketua Komisi C DPRDSU dari Fraksi PKS Hidayatullah kepada kelima narasumber.

Posted by: Admin