Selamat datang di website Perhimpunan INTI

INTI Bandung

INTI Jabar Gelar Pertunjukan Wayang Potehi

Thursday, 03 Sep 2015



Ketua INTI Jabar Dedy Widjaja (kedua dari kiri kem


"Wayang Potehi, Persenyawaan Budaya Tionghoa dan Nusantara"

Masyarakat peranakan Tionghoa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Kesenian tradisional Tionghoa pun ikut memberi warna dalam budaya nusantara. Persenyawaan unsur budaya asal daratan Cina dengan karakter budaya lokal menghadirkan keunikan tersendiri dalam tradisi yang berkembang dalam masyarakat peranakan Tionghoa di Indonesia. Keunikan ini begitu kental terasa dalam seni pertunjukan tradisional wayang potehi.

Wayang potehi merupakan seni pertunjukan boneka tradisional asal Cina Selatan. “Potehi” berasal dari akar kata “pou” (kain), “te” (kantong), dan “hi” (wayang). Secara harfiah, bermakna wayang yang berbentuk kantong dari kain. Wayang ini dimainkan menggunakan kelima jari. Tiga jari tengah mengendalikan kepala, sementara ibu jari dan kelingking mengendalikan tangan sang wayang.

Diduga, akar dari kesenian wayang potehi telah berkembang selama kurang lebih 3.000 tahun. Bukti-bukti sejarah yang lebih kuat menunjukkan eksistensinya di Tionghoa telah ada sejak Dinasti Jin (265-420 M). Kesenian ini diperkirakan masuk ke nusantara bersama ekspedisi perdagangan sekitar abad ke-16. Seni wayang ini berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

Kesenian tradisional ini mengalami pasang dan surut sepanjang perjalanan sejarahnya di bumi Indonesia. Di masa Presiden Soekarno, wayang potehi cukup populer di tengah masyarakat. Tetapi pada awal era Orde Baru, seni wayang ini menghilang dari kehidupan masyarakat. Pada masa itu, wayang potehi hanya dipertunjukkan di kalangan terbatas saja. Kesenian ini mulai menggeliat di tengah semangat kebebasan pada era reformasi. Wayang potehi mulai dipentaskan di berbagai tempat, bahkan merambah ke pusat-pusat perbelanjaan, khususnya saat Tahun Baru Imlek.

Berdasarkan hal tersebut, maka Perhimpunan INTI Jawa Barat berinisiatif untuk melestarikan/mengangkat kembali salah satu kebudayaan yang hampir punah. Wayang Potehi yang bertemakan Sun Go Kong, diselenggarakan pada tanggal 22 Mei 2015 di Melinda Hospital 2 Bandung. "Kami berharap agar generasi muda dapat lebih peduli terhadap kebudayaan yang unik dan hampir terlupakan ini," ucap Dedy Widaja selaku Ketua INTI Jawa Barat.

Posted by: Admin