Artikel Lainnya

Sekretaris GEMA INTI Pusat Yusuf Wijaya Pimpin Langsung Distribusi Logistik ke Lokasi Bencana Tsunami Selat Sunda Banten

Friday, 28 Dec 2018

 Sekretaris GEMA INTI Pusat Yusuf Wijaya Pimpin Langsung Distribusi Logistik ke Lokasi Bencana Tsunami Selat Sunda Banten

Penyerahan bantuan ke Kepala Desa Kertajaya, Sumur


Indonesia sebagai negara Cincin Api Pasifik tak luput dari bencana alam. Di penghujung tahun 2018, bumi pertiwi terkena tsunami selat sunda yang melanda Banten dan Lampung.
 
Erupsi Anak Krakatau disebut sebagai penyebab longsor bawah laut yang memicu gelombang tsunami yang menewaskan ratusan orang Sabtu lalu.
 
Tercatat tinggi gelombang tsunami berkisar 90 sentimeter di Serang dan 30 sentimeter di Lampung, dengan ketinggian maksimal 2 meter.
 
Generasi Muda Indonesia Tionghoa (GEMA INTI) yang merupakan organisasi sayap dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) langsung bergerak cepat mendistribusikan logistik guna membantu korban bencana.
 
Dipimpin oleh Sekretaris Jenderal GEMA INTI, Yusuf Wijaya. Tim tanggap bencana pada Jumat (28/12) siang bergerak cepat menyalurkan bantuan untuk memastikan bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
 
Turut serta dalam kegiatan ini, Ketua Dewan Pembina GEMA INTI Hardy Stefanus, Ketua Harian GEMA INTI Yohanes Adrian, Eric Fernardo, Arisindra Armando, Jodi, Aktivis mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar ( Unma) Banten Dede Parman, Ketua Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Cibaliung Pak Sobari, Tokoh Masyarakat Kecamatan Sumur Kang Sahru serta perangkat desa dan kecamatan lainnya.
 
GEMA INTI membangun 2 posko bantuan yang terletak di Desa Kertamukti - Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang.
 
Sebelum menyalurkan bantuan, GEMA INTI berkoordinasi dengan satpol PP, perangkat desa, serta camat setempat.
 
Tercatat ratusan kilogram sembako, ratusan pakaian, serta obat-obatan tersalurkan melalui bantuan GEMA INTI.
 
Camat Cibaliung, Djaya Sumarna, S.Pd. M, Si. berharap "Semoga saja bantuan dari GEMA INTI bisa berkelanjutkan karena dari pemerintah provinsi meminta kami untuk siaga hingga tanggal 9 Januari 2018."
 
"Semoga yang GEMA INTI lakukan dapat mempercepat proses pemulihan di Banten pasca bencana ini." tutup Sekretaris Gema INTI Pusat, Yusuf Wijaya.
 
Jakarta, 28-29 Desember 2018

Posted by: Admin